===SELAMAT DATANG DI BLOG TERMINAL TAMBAK OSOWILANGON===

Profil Terminal

SEJARAH TERMINAL TAMBAK OSOWILANGON

Terminal Tambak Osowilangon merupakan perpindahan dari Terminal Angkutan Umum Jembatan Merah atau Sub Terminal Angkutan Umum Jayenggrono yang sudah tidak lagi memadai pada kondisi saat itu. Rencana awal perpindahan tersebut dipersiapkan di Dupak Rukun Kelurahan Genting Kecamatan Asemrowo yang merupakan tanah milik Dinas Terminal. Namun tempat tersebut sudah digunakan sebagai penampungan pedagang dan sebagian juga terpotong untuk jalan tol sehingga tidak memenuhi untuk membangun terminal. 
Pemerintah Kota Surabaya akhirnya mencari alternative lain sebagai lokasi pengganti sub Terminal Jembatan Merah (Jayenggrono) dan solusinya adalah tanah yang berada di Dupak Rukun ditukar guling dengan tanah milik PT.Wisma Hartono Jaya  seluas 20.000 m2 di Greges/Asemrowo Kecamatn Tandes (sekarang Kelurahan Tambak Osowilangon, Kecamatan Benowo). Dengan  luas 20.000 m2 tanah hasil tukar guling tersebut ditambah 30.000 m2 (yang kurang jelas asal usulnya) menjadi  50.000 m2 dari total luas tanah terminal 50.000 m2 tersebut yang 30.000 m2 digunakan untuk pembangunan terminal sedangkan yang 20.000 m2  disewa oleh pihak Swasta.
Awal tahun 1993 Pemerintah Kota Surabaya mulai membangun Terminal Tambak Osowilangon.  Bulan November tahun 1994 Terminal Tambak Osowilangon secara resmi dioperasikan sebagai Terminal Antar Kota Antar provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) serta angkutan Dalam Kota / Angkutan Pedesaan. 

LUAS LAHAN


KEPALA TERMINAL UPTD TERMINAL TAMBAK OSOWILANGON

Drs. INDERAGANI, MM. 



STRUKTUR UPTD TERMINAL TAMBAK OSOWILANGON 


SDM
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar